Herry Tjiang menjadi Juri Lomba Drone Kementrian Kehutanan RI
LOMBA KETANGKASAN DRONE 2026
AJANG PRESTASI, TEKNOLOGI, DAN KECEPATAN DI LINGKUNGAN KEHUTANAN
Jakarta — Dunia drone Indonesia kembali mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui Lomba Ketangkasan Drone 2026, sebuah kompetisi yang menggabungkan kecepatan, ketepatan, keterampilan menerbangkan drone, kreativitas visual, hingga kemampuan pemetaan objek. Dengan megusung tema
“Cepat, Tepat, Terampil untuk Misi Kehutanan Berkelanjutan”
kompetisi ini menjadi menarik karena drone tidak hanya dipandang sebagai perangkat teknologi, tetapi sebagai alat yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas di bidang kehutanan, pemetaan, dokumentasi, hingga misi penyelamatan.
Berdasarkan informasi pada poster lomba, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan akan berlangsung di Plaza Manggala Wanabakti pada 12 Agustus 2026.
EMPAT TANTANGAN UNTUK MENGUJI KETANGKASAN PILOT DRONE
Peserta tidak hanya dituntut mampu menerbangkan drone. Mereka akan menghadapi beberapa tantangan yang menguji kemampuan berbeda.
1. SLALOM RACE — UJI KECEPATAN DAN KONTROL
Pada kategori ini, pilot harus melewati berbagai gate dan rintangan secara zig-zag dengan secepat mungkin.
Kecepatan saja tidak cukup.
Pilot harus mampu mengendalikan drone dengan presisi, membaca lintasan, mengantisipasi perubahan arah, dan tetap menjaga drone agar tidak menyentuh rintangan.
Siapa yang cepat, tetapi tetap akurat, akan memiliki peluang besar menjadi pemenang.
2. PRECISION LANDING — KETEPATAN ADALAH KUNCI
Kategori kedua menguji kemampuan pilot untuk melakukan pendaratan tepat pada titik sasaran.
Tantangan ini membutuhkan kontrol drone yang halus, kemampuan memperkirakan jarak dan ketinggian, serta konsentrasi tinggi.
Konsep precision landing juga berkaitan erat dengan kemampuan drone dalam menjalankan misi tertentu, termasuk simulasi rescue mission.
3. VIDEO CINEMATIC CHALLENGE — SAAT DRONE BERTEMU SENI
Bagi para content creator dan videografer, kategori ini menjadi salah satu yang paling menarik.
Peserta ditantang menghasilkan video sinematik bertema keindahan hutan berdurasi 30–60 detik.
Di sinilah kemampuan pilot bertemu dengan kemampuan seorang filmmaker.
Bukan sekadar menerbangkan drone, tetapi bagaimana memilih:
- Camera angle
- Komposisi
- Pergerakan kamera
- Timing
- Storytelling
- Pencahayaan
- Visual landscape
Sehingga footage drone mampu menghasilkan cerita visual yang kuat.
4. PEMETAAN OBJEK — DRONE UNTUK MISI
Kategori terakhir menguji kemampuan peserta dalam menemukan objek yang disembunyikan menggunakan drone yang dilengkapi kamera.
Ini memberikan gambaran bagaimana drone dapat digunakan untuk mendukung aktivitas observasi, pencarian objek, pemetaan dan berbagai kebutuhan lapangan.
HERRY TJIANG: JURI DENGAN PENGALAMAN DI DUNIA FOTOGRAFI DAN KONTEN
Salah satu nama yang menarik perhatian dalam jajaran juri adalah Herry Tjiang.
Kehadiran Herry Tjiang memberikan warna tersendiri, khususnya pada aspek visual, fotografi, videografi, kreativitas, dan storytelling.
Sebagai seorang yang aktif di dunia fotografi, Instruktur drone, juga penulis buku Drone 7 hari belajar drone, content creation, digital marketing, serta edukasi kreatif, Herry Tjiang memiliki perspektif bahwa teknologi kamera—termasuk drone—bukan hanya tentang perangkat yang digunakan, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai visual dan pesan.
Dalam kompetisi seperti ini, kemampuan tersebut menjadi semakin relevan terutama pada kategori Video Cinematic Challenge.BUKAN SEKADAR PIALA, ADA HADIAH DAN UANG PEMBINAAN
Kompetisi ini juga menawarkan piala serta uang pembinaan bagi peserta berprestasi.
Dengan total hadiah yang menarik dan bernilai jutaan rupiah, lomba ini bukan hanya menjadi ajang menguji kemampuan, tetapi juga kesempatan bagi para pilot drone untuk mendapatkan pengakuan, pengalaman kompetisi, jaringan baru, dan prestasi.
Bagi komunitas drone, content creator, fotografer maupun pilot muda, kompetisi seperti ini dapat menjadi salah satu portofolio yang menarik.
Kehadiran Herry Tjiang sebagai salah satu juri juga memperlihatkan semakin dekatnya dunia drone, fotografi, videografi, dan content creation. Di era media sosial saat ini, kemampuan menerbangkan drone dan kemampuan membuat konten visual semakin sulit dipisahkan.
Seorang pilot drone masa kini tidak cukup hanya menjadi “orang yang bisa menerbangkan drone.”
Ia harus mampu menjadi:
PILOT + PHOTOGRAPHER + VIDEOGRAPHER + STORYTELLER.
Dan kompetisi seperti Lomba Ketangkasan Drone 2026 menjadi tempat yang tepat untuk menguji kombinasi kemampuan tersebut.
SIAP MENJADI PILOT TERBAIK?
Dengan empat kategori kompetisi, tantangan kecepatan, ketepatan, kreativitas visual, hingga pemetaan objek, Lomba Ketangkasan Drone 2026 berpotensi menjadi ajang yang menarik bagi komunitas drone Indonesia.
Terlebih dengan adanya jajaran juri, termasuk Herry Tjiang, Hendarto, dan Andry Royantona, peserta tidak hanya berlomba mengejar waktu, tetapi juga menunjukkan skill dan kualitas terbaik mereka.
Karena pada akhirnya, drone hanyalah alat.
Yang membedakan seorang pilot hebat adalah kemampuan mengendalikan teknologi, membaca situasi, dan menghasilkan karya terbaik.

0 responses on "Herry Tjiang menjadi Juri Lomba Drone Kementrian Kehutanan RI"