Segera Miliki ” Buku 7 Hari Belajar Capcut” Info Pemesan Bisa menghubungi Jakarta School of Photography di nomor 0858 8175 0095 atau Tokopedia

BASIC EDITING CAPCUT 101 SMARTPHONE IDR 99,000
https://lynk.id/jakartaschool/zkrz1e8ogk3x

085881750095

Press Release, 22 Oktober 2025
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Padangpanjang mengadakan Pameran Nasional dengan identitas “Rupa Kini Nanti” yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai dari tanggal 22 s.d 24 Oktober 2025 yang diadakan di Galeri Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam, ISI Padangpanjang.

Pameran ini mengangkat tema “Menelisik Esksistensi Seni Rupa Hari ini dan Potensinya di Masa Depan”, Pembukaan Pameran Nasional Seni Rupa dan Desain sebagai acara puncak dari gelaran event FSRD ini dilaksankan pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2025 jam 13.00 wib di depan Galeri Seni Rupa Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam.
Pameran Nasional diikuti oleh 70 orang Perupa, Desainer dan Film Maker yang terdiri dari Luar Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) salah satunya yakni, Herry Tjiang seorang pakar fotografi ternama dan profesional dari Jakarta.
Pameran juga menghadirkan karya-karya dari Dosen-Dosen Seni Rupa FSRD yang sudah purna tugas sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan kontribusi mereka dalam keilmuan seni rupa di ISI Padangpanjang.

Seni rupa juga merupakan wadah penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Melalui akativitas berkesenian dalam bidang seni rupa, tentunya dosen, mahasiswa dan seniman dapat mengekspresikan diri, mengembangkan imajinasi, dan membangun kepercayaan diri. Di kampus ISI Padangpanjang, kita telah banyak melakukan dan menciptakan aktivitas kegiatan seni yang luar biasa, mulai dari pameran maupun sebuah pertunjukan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menampilkan bakat dan kreativitas, tetapi juga memperkaya kehidupan akademik kampus dan masyarakat sekitar. Maka dari itu, saya selalu berpandangan dan percaya bahwa kegiatan seni juga dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif dan mempromosikan nilai-nilai kebudayaan.
Tema Rupa Kini Nanti dipilih dengan pemikiran sebuah refleksi eksistensi seni rupa hari ini dan menakar peluang serta potensinya dimasa datang. Dengan keyakinan bahwa seni dengan segala aktifitas kreatifnya akan selalu berjalan dengan hasil-hasilnya yang tidak dibatasi waktu. Seni rupa akan selalu dibicarakan dan menjadi ladang kreatif saat ini dan nanti. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kreatif para perupa, melalui tema ini kami menghadirkan karya-karya terbaik dari ISI Padangpanjang sendiri serta perupa-perupa dari Aceh, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Karya-karya tersebut dihadirkan melalui ragam media seperti lukisan, kriya, keramik, fotografi, desain, cetak, film dan sebagainya.

Karya yang dihadirkan melalui ragam media salah satunya fotografi merupakan salah satu hasil karya yang ditampilkan dalam pameran itu yang merupakan hasil karya Herry Tjiang seorang fotografer ternama dari Jakarta. Dalam pameran seni rupa ini juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran kolektif antara seniman, penikmat seni dan dunia akademik. Melalui Pameran ini, seniman dapat berbagi visi dan misi mereka, sementara penikmat seni dapat memperluas pengetahuan dan apresiasi mereka terhadap seni rupa, serta dunia akademik juga dapat memanfaatkan pameran sebagai laboratorium hidup untuk mengkaji dan menganalisis perkembangan Seni Rupa hari ini dan proyeksinya di Masa Depan.
Pameran Rupa Kini Nanti ini digagas juga untuk berperan dalam mempromosikan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa, dalam konteks ini pameran bukan hanya sekedar acara budaya, tetapi juga merupakan investasi dalam pembangunan ekosistem seni rupa yang berkelanjutan dan inklusif, untuk itu kita perlu terus mendukung dan mengembangkan sebuah Pameran Seni Rupa sebagai wadah penting untuk mempromosikan kesadaran kolektif dan kreativitas dalam masyarakat. Pameran seni rupa ini juga merupakan hasil kerjasama yang erat antara akademik, seniman dan praktisi seni, saya percaya bahwa kolaborasi seperti ini sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif dalam melihat perkembangan seni rupa.
Pameran merupakan upaya pembacaan yang komprehensif terhadap peta Praktik Seni Rupa dan Desain di masa sekarang. Melihat bagaimana para praktisi merespons isu-isu kontemporer dan pergeseran media.

Menariknya, kecerdasan yang lahir dari siklus perjuangan identitas di masa lampau ini sangat relevan untuk konteks ‘Rupa Kini’. Hari ini, kita menghadapi kompleksitas globalisasi digital—di mana batas-batas geografis melebur dan identitas kembali dipertanyakan dalam ruang virtual.
Tantangan untuk memposisikan kearifan lokal di tengah gelombang estetika global menuntut optimalisasi narasi, penemuan bentuk baru, dan resiliensi serupa. Jika dulu seniman berjuang lewat kanvas dan poster, kini mereka berjuang melalui NFT, filter AR, atau branding yang berakar pada lokalitas. Oleh karena itu, Pembelajaran dari Siklus ini membuktikan bahwa inovasi masa depan seringkali merupakan adaptasi cerdas dari kearifan masa lalu, memperkaya ‘Rupa Kini’ dengan solusi yang teruji waktu dan siap menjadi landasan yang kuat bagi ‘Rupa Nanti’.
Tema ‘Rupa Kini Nanti’ menawarkan kerangka pikir yang jelas untuk melihat praktik kreatif. Masa Lalu kita anggap sebagai akar; warisan dan sejarah konflik tradisi-modernitas mengajarkan kita tentang evolusi identitas seni. Pemahaman sejarah ini adalah dasar untuk melihat Masa Kini, yang berfungsi sebagai cermin. Cermin ini menunjukkan lanskap kontemporer dengan batas disiplin yang kabur, karya yang memberikan pengalaman mendalam.
Dari akar dan cermin ini, kita bergerak menuju Masa Depan sebagai tujuan. menuntut kreativitas harus menjadi solusi nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar respons. Pameran FSRD ISI Padang Panjang ini, melalui keragaman karyanya, mencoba menyajikan dialog yang menghubungkan tiga periode waktu. pameran ini tidak hanya memetakan kondisi kreatif saat ini, tetapi juga diharapkan bisa membantu FSRD ISI Padang Panjang menentukan arah pendidikan yang lebih relevan dan berorientasi masa depan di Indonesia. Intinya, dalam menghadapi perubahan zaman, kreativitas akan selalu menjadi kekuatan inti yang terus membentuk dan memperbaharui dunia kita.
Menjadi fotografer profesional yang memahami cerita dan visual yang ingin kamu sampaikan mulailah dari sekarang untuk bisa belajar eksplor, rekam, edit, dan terus belajar. Karena setiap foto yang kamu buat adalah satu langkah menuju menjadi fotografer profesional sejati.
Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah berlatih hari ini, kuasai tekniknya, dan biarkan setiap foto yang dibuat bercerita lebih dari seribu kata.
Segera Miliki ” Buku 7 Hari Belajar Capcut” Info Pemesan Bisa menghubungi Jakarta School of Photography di nomor 0858 8175 0095 atau Tokopedia

BASIC EDITING CAPCUT 101 SMARTPHONE IDR 99,000
https://lynk.id/jakartaschool/zkrz1e8ogk3x

085881750095

Pameran Foto Herry Tjiang di ISI Padang Panjang, pameran foto herry tjiang, pameran foto di ISI Padang Panjang, fotografi ISI Padang Panjang, pameran seni rupa fotografi, foto Herry Tjiang di ISI Padang Panjang,
0 responses on "Pameran Foto Herry Tjiang di ISI Padang Panjang"