• No products in the cart.

Teknik Dasar Belajar Cinematography

Teknik Dasar Belajar Cinematography

Dalaml dunia perfilman pasti kebanyakan juga mengenal cinematography, berbeda dengan fotografi yang memiliki output berupa gambar atau foto, cinematography lebih menitik beratkan pada rekaman momen yang kemudian menghasilkan objek bergerak. Adapun secara definisi, cinematography adalah bidang ilmu yang membahas teknik penangkapan dan atau penggabungan gambar sehingga menghasilkan sebuah video atau cerita. 

Di era modern ini sudah semakin canggih muncul teknologi-teknologi kamera bukan hanya untuk memotret tetapi juga dapat merekam, biasanya kamera bertipe DSLR.

Apa itu Cinematography ?

Sebelum membahas secara teknik mengenai cinematography, kita harus tahu pengertian dari cinematography. Cinematography dalam Bahasa Indonesia Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita berupa video.
Sedangkan orang yang mengambil video atau merekam adalah seorang sinematografer, dalam industri perfilmnya sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab dari semua aspek visual yang mencakup film tersebut.
Karena film adalah sebuah kerja tim (Team Work) maka sangatlah penting untuk seorang sinematografer  untuk mempunyai tim yang bisa bekerja sama secara tim dengannya, arrtinya tidak bekerja secara individu. Dibawah ini akan dibahas beberapa Teknik Dasar dalam Cinematography. 

Berikut  Teknik Dasar Belajar Cinematography diantaranya :

Seperti yang sudah dijelaskan mengenai pengertian cinematography, dibawah ini adalah teknis bagaimana pengambilan video (capture) untuk membuat video anda seperti film dilayar lebar.

1. Menentukan Ukuran Pengambilan Video (Shot Size)

Terlebih dahulu kita menentukan seberapa besar ukuran take shot kita untuk membantu sebuah cerita di film yang akan kita ambil. Pastinya dalam setiap shot besar atau kecilnya dapat mempengaruhi sebuah cerita.
  1. Extreme Long Shot – Objek tampak jauh dari scene sehingga objek tampak mengecil, biasanya digunakan untuk menampilkan objek yang lebih besar atau cerita yang memiliki pemandangan (environtment) yang bagus atau kondisi lingkungan di sekitarnya.
  2. Long Shot & Mid Shot – Objek tampak lebih dekat, kurang lebih masuk dalam main frame kamera tentunya ini membuat objek tampak jelas dengan melakukan beberapa interaksi tertentu.
  3. Closeup & Extreme Closeup – Biasanya digunakan untuk menunjukkan ekspresi muka seseorang dan pengambilan detail-detail objek yang penting.
Sebenarnya masih terdapat penjelasan yang lebih detail mengenai pengambilan ukuran shot kamera, karena diatas hanyalah point-point yang sering digunakan.

2. Komposisi

Mengatur komposisi sebuah kamera dapat mempengaruhi suasana cerita film, dalam pengambilan komposisi perlu ada hal-hal yang harus diperhatikan. Jika ingin membuat suasana menjadi natural atau alami gunakan komposisi (sepertiga dari main frame).
  
Untuk mengatur komposisi tampak formal atur komposisi kamera di tengah atau simetri sedangkan untuk membuat suasana menjadi seram dan menegangkan letakkan kamera pada sudut-sudut tertentu dan atur komposisi menjadi tidak seimbang.

3. Posisi dan Sudut kamera (Angle Camera)

Mengambil posisi shot kamera jangan hanya dari tingkat mata saja, tetapi buat angle atau sudut pandang tertentu misalnya dari bawah mengarah ke atas (low angle) membuat objek tampak lebih besar sedangkan mengambil sudut pandang (high angle) dari atas kebawah membuat objek tampak lebih kecil. Kita bahkan bisa mengambil dari sudut pandang birdseye dan overhead secara langsung.

Letakkan kamera di tempat yang berbeda di sekitar subjek juga. Pengambilan sudut pandang atau shot dari depan tampak seperti orang berinteraksi atau dari samping untuk menunjukkan sudut pandang pengamat. Ubah posisi kamera dengan setiap shot.

4. Mengatur Gerakan Kamera (Camera Movement)

Camera Movement atau gerakan kamera itu sangat penting sekali, kamera yang sering berguncang dan tidak stabil akan membuat semuanya menjadi kacau dalam hal-hal tertentu, maka dari itu terdapat alat-alat yang cukup mahal untuk membuat kamera menjadi stabil jadi video nikmat dilihat oleh penonton.

Dalam mengatur gerakan kamera pasti membutuhkan alat-alat, biasanya digunakan tripod atau monopod, untuk lebih stabil lagi kita dapat menggunakan stabilizer seperti gimbal, dolly dan lain-lain. Tentunya terdapat track sendiri jika kita menggunakan dolly, kurang lebih seperti jalur kereta yang di dorong kru-kru film.

Tetapi tidak hanya berbicara tentang alat untuk versi murahnya membuat video tampak halus kita dapat menggunakan efek warp stabilizer dalam adobe premiere atau after effect dan dapat juga menggunakan teknik slow motion untuk membuat tampak halus.

5. Menggunakan Lensa yang Cocok

Kita dapat mengatur kamera fokus pada objek tertentu sehingga orang bisa melihat apa yang terjadi di latar depan dan latar belakang atau jika ingin mengaburkan latar belakang sehingga subjek kita terlihat menonjol.

Terutama dalam mengambil pemandangan kita dapat menampilkan secara keseluruhan dari kemegahan pemandangan kita dengan posisi yang dekat kemudian tampak di perluas pandangan kameranya. Gunakan lensa wide atau mengatur zoom untuk membuat perspektif kamera tampak dramatis. Gunakan lensa tele dan wide lebih baik untuk mengambil closeups wajah dan untuk detailnya.

6. Mengatur Cahaya dan Warna

Cahaya dan warna ini sangat mempengaruhi suasana cerita, dalam pencahayaan yang tinggi memiliki kesan yang suci sedangkan cahaya yang rendah memiliki kesan yang seram atau malam. Kita juga dapat mengatur dalam pengeditan video yang terdapat beberapa filter atau efek yang dapat kita pakai untuk mengatur cahaya, kontras warna dan lain-lain.

Untuk mengatur cahaya dan warna biasanya menyesuaikan dengan konsep film kita, jika film horror maka terdapat pengurangan warna yang kontras menjadi sedikit kelabu dan cahaya tampak gelap,  jika kita membuat film action maka kontas warna lebih tajam dan sedikit penyesuaian cahaya vintage.

Semua orang bisa belajar cinematography yang terpenting adalah niat dan kemauan tinggi untuk terus belajar. Lakukan penelitian dan lihatlah berbagai karya cinematography agar kita dapat mengeksplor berbagai ide menarik. Selamat mencoba..!

Jakarta school of photography

teknik dasar belajar cinematography, teknik sinematografi, cinematography adalah, unsur sinematografi, video cinematography, sinematografi adalah, teknik pengambilan video cinematography, konsep dasar sinematografi, istilah dalam sinematografi, belajar cinematography, belajar cinematography, kursus cinematography, training cinematography, 

0 responses on "Teknik Dasar Belajar Cinematography"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Copyright © 2017 - Jakarta School of Photography

Setup Menus in Admin Panel